Kurikulum Berbasis Akhlakul Kharimah Sebagai Penangkal Premanisme Dan Pornoisme Di Kalangan Remaja
April 7, 2009 by editor
Filed under Opini Siswa
Kita mengetahui bahwa kejadian sehari-hari yang terjadi di kalangan masyarakat baik yang kita sadari maupun tidak dari hari ke hari telah mengikis jati diri bangsa Indonesia.Ini dapat terlihat dan bahkan mencengankan yang terjadi di masa krisis kepercayaan era masa kini yang telah banyak “merengut nyawa keindonesiaan anak-anak muda masa kini” Tidak usah ditanya lagi jika 50 tahun mendatang kelak kebudayaan Indonesia di tiap 33 Provinsi akan menjadi sirna termakan budaya barat yang telah sidikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit telah dicicil generasi muda masa kini.
Ini juga dibuktikan jika pengguna Internet di Indonesia 70% yang doyan membuka situs porno yang ironisnya 55% di antara mereka adalah kalangan remaja, yang menjurus ke free sex di kalangan remaja dan banyaknya anak yang mengandrungi tari-tari asing seperti break dance, dan tidak lupa pula anak-anak yang menyenangi kehidupan musik yang berlebihan dan diantara mereka ada yang bersemboyan “musik adalah hidup gue”. Kita telisik anak masa kini telah hampir punahnya tarian kita sendiri dan alat musik kita sendiri apa itu tidak pernah kita pikirkan ?
Sekali lagi ini bukan jati diri bangsa kita, apa kita tidak pernah mengingat atau paling tidak kita tahu bahwa seratus tahu lalu tepatnya tanggal 28 Oktober 1928 pemuda-pemuda Indonesia dari sabang sampai merauke telah bersumpah akan menjaga bangsa ini, kenapa masa kini kita sedikitpun tidak pernah menjaga kelestarian kebudayaan kita ini. Ini telah terbukti jika dengan hal sepele anak anak muda yang telah menganggap gaul hal ini dan bukan hal yang tabu lagi bagi mereka. Parahnya lagi dunia pendidikan yang sebagai penentu kemajuan bangsa ini seolah-olah juga terkena virus yang justru menambah parah pamor pendidikan di Indonesia. Kita pastinya juga sadar jika seluruh pekerjaan di Indonesia bahkan di dunia ini berawal dari keberadaan Guru yang dapat mengubah masa depan bangsa.
Guru yang maju pastinya akan menjadikan bangsanya maju. Tapi dengan adanya guru maju dan berjiwa tangguh tentunya diawali oleh kurikulum sebagai penunjuk guru. Dunia pendidikan sebagai tempat mencari Ilmu dan mencerdaskan kehidupan bangsa malah seolah-olah menjadi lembaga yang di ibaratkan sebagai penjual sedangkan anak didik mereka menjadi objek pembeli barang barang selundupan yang bernama “nilai” mereka sendiri. Beranjak dari sistem semacam inilah kehancuran dunia pendidikan kita semakin konkret. Kurikulum yang ibaratnya sebagai ”dasar negara” pendidikan malah amburadul yang tidak sesuai kebutuhan bangsa Indonesia yang konon Bhinekka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa ini malah mengutamakan kesuksesan belaka yang tidak tau hasilnya dari mana. Dan Sekali lagi pula ini bukan jati diri bangsa kita bukan ?
Kita boleh berbangga diri jika dari tahun ke tahun standart pendidikan kita naik beberapa digit dan mata pelajaran yang diujikan bertambah tapi hal yang paling utama kita harus tanyakan pada diri kita sendiri dari manakah nilai tersebut kita peroleh ?Dengan kurikulum yang dengan penanaman Akhlakul Kharimah pada remaja masalah problem remaja akan dapat bisa teratasi yang juga harus disertai dukungan dari seluruh elemen masyarakat Indonesia .
( oleh:P.D.Anindita Ganung S /XII IPA 4)







Comments
Feel free to leave a comment...
If you want a picture to show with your comment, go get a gravatar!