<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>SMA Negeri 3 Bojonegoro</title>
	<atom:link href="http://www.sma3bojonegoro.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sma3bojonegoro.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 16:18:18 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Teruslah Belajar Walaupun Sudah Lanjut Usia</title>
		<link>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=226</link>
		<comments>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=226#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 16:07:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Profil Guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sma3bojonegoro.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[SMAGABO sejati tentunya pasti mengenal sosok dan figur yang satu ini. Nama lengkapnya  Warsono atau biasa dipanggil Pak SondacX. Buat kalian yang sekolah di SMA Negeri 3 Bojonegoro, pasti tidak asing lagi dengan orang yang satu ini kecuali siswa kelas X belum sepenuhnya tahu tentang Pak Warsono. Beliau adalah seorang guru di SMA Negeri 3 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-234" title="pak-warsono-dalam-jpg" src="http://www.sma3bojonegoro.com/wp-content/uploads/2009/06/pak-warsono-dalam-jpg.jpg" alt="pak-warsono-dalam-jpg" width="150" height="300" />SMAGABO sejati tentunya pasti mengenal sosok dan figur yang satu ini. Nama lengkapnya  Warsono atau biasa dipanggil Pak SondacX. Buat kalian yang sekolah di SMA Negeri 3 Bojonegoro, pasti tidak asing lagi dengan orang yang satu ini kecuali siswa kelas X belum sepenuhnya tahu tentang Pak Warsono. Beliau adalah seorang guru di SMA Negeri 3 Bojonegoro. Selain menjadi guru beliau juga seorang dosen di salah satu institusi pendidikan di Surabaya yang lumayan terkenal. Pak Warsono terkenal dengan pelajaran ilmu pastinya.<br />
Rumahnya yang sederhana dan tak terlalu mewah di gang satu Monginsidi street Sukorejo Bojonegoro. Pak Warsono tinggal bersama Istrinya dan putra-putrinya. Aku tidak tahu pasti tentang berapa putra Pak Warsono. Yang jelas beliau sudah berumur 60 tahun. Kalau sudah umur segitu pasti sudah punya yang namanya seorang cucu atau bahkan mungkin lebih dari satu. Walaupun sudah  berumur kepala enam, uniknya guru yang satu ini terlihat sehat dan santai. Sikapnya yang cuek dan humoris yang overload  membuat penasaran siswa-siswi yang kebetulan diajarnya.<br />
Setiap harinya dia mengajar ilmu pasti. Disisi lain Pak Warsono juga ahli dalam bidang komputer jadi sekalian beliau juga mengajar pelajaran TIK tapi hanya kelas XII saja dan itupun cuman kelas IPS yang diajarnya. Maklum, jadwalnya padat sekali setiap hari. Bayangkan saja setiap hari beliau harus bolak-balik Bojonegoro-Surabaya demi menyalurkan ilmu yang mungkin, yaa gak sebandinglah dengan pengorbanannya. Belum lagi di sore hari beliau juga memberi bimbel tambahan bagi kelas XII yang kebetulan diajarnya. Dengan Vespa buntut berwarna Biru dia pergi ke sekolah, bahkan itu juga dilakukannya untuk pergi ke Surabaya. Cukup unik Pak Warsono itu. Dan pada saat ke sekolah Pak Warsono tidak pernah mengenakan helm, eits! Tapi untuk ke Surabaya mestinya ya pakai helmlah… Mungkin di dunia ini hanya satu, ya hanya Pak Warsono saja.<br />
Yang saya herankan disini, guru yang berumur 60 tahun itu selalu masih tampak sehat. Padahal jaman sekarang orang berumur sekitar kepala tiga sudah kebanyakan menderita berbagai macam penyakit. Mulai dari yang ringan sampai yang berat. Ketika ditanya apa resepnya, dengan tegas dia bilang “Jangan terlalu terus menerus serius,nanti cepet mati!” selalu tersenyum itulah resepnya. Pak Warsono ini jarang sekali sakit, sampai-sampai  jarang sekali kosong kelas dan satu lagi yang bikin anak-anak kelabakan adalah Pak Warsono selalu on time datang ke kelas. Kalau ada siswa yang terlambat masuk pasti kalau tidak dikerjain, ya disuruh traktir teman yang tidak terlambat masuk kelas. Kalau sangking parahnya, mereka tidak akan diijinkan masuk ke kelas.<br />
Ketika mengajar di kelas, Pak Warsono selalu membawakan cerita-cerita lucu. Baik itu pengalaman orang lain maupun pengalamannya sendiri, kadang-kadang juga Pak Warsono memberi nasehat yang, hmm yang bisa membuat siswa terenyuh, kagum, tertegun, bahkan sampai tertawa terpingkal-pingkal. Uniknya guru yang satu ini jarang sekali memanggil nama murid dengan nama aslinya. Seperti saya, yang dipanggil notulen karena saya sering mencatat ketika beliau sedang menerangkan suatu materi.  Ya katanya seh biar akrab bahkan Pak Warsono sendiri nyaris pernah lupa dengan nama-nama asli anak didiknya padahal hampir setiap hari bertemu.<br />
Ketika mengajar beliau jarang sekali membawa buku. Ya, bayangkan saja setengah lebih dari umurnya digunakan untuk belajar dan mengajar. Jadi ya tidak heran kalau Pak Warsono hafal materi matematika mulai dari A sampai Z. Cara mengajarnya pun juga sangat unik. Menurut dia, siswa tidak boleh terlalu tegang untuk mempelajari matematika. Karena itu ketika menjelaskan materi selalu dibumbuhi plesetan-plesetan segar. Satu lagi yang bikin kelas ramai ketika diajar Pak Warsono adalah, ketika sedang berlangsung KBM bersama Pak Warsono datang siswa dari kelas lain yang sengaja atau kebetulan bertamu. Wah, ya hati-hati saja. Siswa itu bakal dikerjai habis-habisan. Apalagi kalau kebetulan dikelas yang penghuninya anarkis. Lengkaplah sudah penderitaan siswa yang bertamu itu.<br />
Selain gemar belajar dan mengajar, Pak Warsono ternyata juga pemerhati musik Indonesia. Tapi tidak untuk lagu jaman sekarang yang katanya seperti suara kapal pecah, akan tetapi lagu-lagu jaman dulu yang sekarang mulai lambat laun punah atau musik-musik instrument klasik jaman dulu. Kalaupun suka pada lagu jaman sekarang, Pak Warsono hanya suka dengan lagu-lagu yang slowpop. Tahun ini Pak Warsono  pensiun tertanggal 2 April 2009. Tapi hal itu tidak akan meyurutkan beliau untuk terus belajar dan mengajar. Katanya, walaupun sudah lanjut usia kita sebagai manusia harus dituntut untuk terus belajar. Menuntut ilmu itu tidak ada kata akhir selama kita masih mampu dan hidup di dunia ini. Dan untuk ke sekian kalinya beliau juga berpesan “gantunglah cita-cita setinggi langit”. Meskipun saya tidak terlalu menguasai pelajaran Pak Warsono, setidaknya saya bisa mengambil manfaat dari nasehat-nasehat yang Beliau berikan kepada saya sebagai muridnya. Saya sangat bangga menjadi murid seorang guru yang luar biasa dan tidak ada duanya di dunia ini,hehehehe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sma3bojonegoro.com/?feed=rss2&amp;p=226</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sukses Ujian Sekolah dan UNAS, Gelas ESQ</title>
		<link>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=217</link>
		<comments>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=217#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 15:15:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita Sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sma3bojonegoro.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[R-News : Hay ….Frend kali ini saya berkesempatan untuk memberikan info yang patut untuk disimak yaitu diadakannya kegiatan Trainer ESQ (Emosional Spiritual Question). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2009 yang bertempat di gedung BSC. Acara ini dipandu oleh dr. Ubeth Kholik dari SNA Bojonegoro. Acara dimulai pada pukul 19.00 – 23.15 dan diikuti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-223" title="berita-esq-1231" src="http://www.sma3bojonegoro.com/wp-content/uploads/2009/06/berita-esq-1231.jpg" alt="berita-esq-1231" width="70" height="70" />R-News : Hay ….Frend kali ini saya berkesempatan untuk memberikan info yang patut untuk disimak yaitu diadakannya kegiatan Trainer ESQ (Emosional Spiritual Question). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2009 yang bertempat di gedung BSC. Acara ini dipandu oleh dr. Ubeth Kholik dari SNA Bojonegoro. Acara dimulai pada pukul 19.00 – 23.15 dan diikuti oleh siswa-siswi SMAGA khususnya kelas XII. ESQ kali ini nampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.<span id="more-217"></span></p>
<p>Apabila tahun kemarin hanya para siswa yang di TSQ tapi pada tahun ini dilaksanakan dengan para siswa beserta wali murid. Hal ini dimaksudkan agar bisa menyatunya misi anak dengan orang tuanya serta perlunya siraman rohani / spiritual menjelang pelaksanaan UNAS 2009. Tempat duduk para siswa dengan orang tuanya harus berdampingan agar terasa lebih dekat dengan orang tua dan juga sebaliknya.<br />
Sesi pertama sambutan dari Bapak Kepala Sekolah kita Drs. H. Teguh Supriadi, MM dilanjutkan oleh Ketua Komite SMAN 3 yaitu dr. Krido Restiadi lalu dari ketua Diknas pendidikan Bojonegoro yaitu Drs. Jalaludin. Setelah sambutan dilanjutkan pengenalan profil dari SNA dan shalawat yang dibawakan oleh Bapak Drs. Nur Chosin. Pada saat bershalawat suasana menjadi hening dan bulu kuduk terasa merinding karena kebesaran Tuhan YME.<br />
Kemudian pada sesi kedua dibimbing oleh Drs. Nur Chozin untuk menelusuri peran orang tua dalam memotivasi anak sangatlah penting dalam menuju sebuah kesuksesan. Selanjutnya pada sesi yang ketiga dipandu oleh Ustad Yogi untuk mengupas tentang sebuah kesuksesan, bahwa kesuksesan itu tidak hanya ditentukan atau dikarenakan oleh faktor-faktor “luck” (keberuntungan) saja tetapi lebih didasarkan pada “attitude” (sikap) kita dalam menuju / meraih sebuah kesuksesan tersebut.<br />
Selanjutnya adalah waktunya break sebenar yaitu hal yang paling dinanti-nanti para peserta ESQ yaitu pembagian konsumsi.<br />
Lalu masuk pada sesi yang terakhir yaitu dipandu oleh Bapak Ustad Yogi untuk menelusuri jalannya kehidupan manusia. Dimana telah banyak kejadian-kejadian yang dilalui manusia ketika hidup di dunia, sehingga membuat para peserta ESQ merenungi perbuatannya selama ini. Bahwa kita selama ini telah terbuai oleh kenikmatan dunia dan kesombongan yang selama ini kita lakukan. Hal ini para peserta ESQ yang meneteskan air mata dan menangis tersedu-sedu karena penyesalan atas perbuatannya. Setelah itu dilanjutkan dengan siswa-siswi untuk meminta maaf kepada orang tuanya dan juga orang tua mendoakan anaknya agar sukses dalam UNAS 2009 dan sukses dalam meraih cita-cita untuk masa depan.<br />
Tak terasa jam telah menunjukkan pukul 23.15 dan berakhirlah acara ESQ ini dan diakhiri dengan doa dan saling berjabat tangan.<br />
Adapun komentar / pendapat tentang pelaksanaan ESQ ini oleh salah seorang wali murid berpendapat dalam pelaksanaan ESQ ini pada intinya bagus tetapi masih ada yang perlu dibenahi seperti profil tutor mutlak diperlukan oleh audien, alat peraga dan kesiapan operator, dsb. Sehingga berkesan masih kurang kesiapan team trainer.<!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sma3bojonegoro.com/?feed=rss2&amp;p=217</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Juara II Lomba Menulis Artikel Se-Jatim</title>
		<link>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=184</link>
		<comments>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=184#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 01:39:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Profil Guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sma3bojonegoro.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Susanto, Guru SMAN 3 Bojonegoro
Peraih Juara II Penulis Artikel Ilmiah Se-Jatim
Tak Punya Komputer, Tulis Naskah di Kantor dan Rental 
Susanto, 38, guru SMAN 3 Bojonegoro mengharumkan daerahnya di tingkat Provinsi Jatim. Warga Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Kota Bojonegoro, itu berhasil meraih juara II penulis artikel ilmiah yang diselenggarakan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya 26 November lalu.ZAKKI TAMAMI, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="alignleft size-full wp-image-209" title="Susanto, S.Pd." src="http://www.sma3bojonegoro.com/wp-content/uploads/2009/04/susanto-profil-guru-dalam.jpg" alt="Susanto, S.Pd." width="150" height="300" /><strong>Susanto, Guru SMAN 3 Bojonegoro<br />
Peraih Juara II Penulis Artikel Ilmiah Se-Jatim</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Tak Punya Komputer, Tulis Naskah di Kantor dan Rental </strong></p>
<p>Susanto, 38, guru SMAN 3 Bojonegoro mengharumkan daerahnya di tingkat Provinsi Jatim. Warga Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Kota Bojonegoro, itu berhasil meraih juara II penulis artikel ilmiah yang diselenggarakan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya 26 November lalu.ZAKKI TAMAMI, Bojonegoro Siang kemarin (2/12) di sekitar rumah tembok setengah jadi (belum terlapisi) di Jalan Kyai Mojo, Kelurahan Mojokampung, Bojonegoro, sepi. Hanya beberapa orang yang berlalu lalang di rumah itu. &#8221;Monggo pinarak (silakan duduk, Red),&#8221; kata seseorang yang berpakaian hitam sambil menghampiri wartawan koran ini.Lelaki itu tak lain adalah Susanto. Dia peraih juara II se-Jatim dalam lomba karya ilmiyah yang diselenggarakan Unair Surabaya pada 26 November lalu. Kepada wartawan koran ini Susantokemudian menuturkan perjalannyanya mengikuti lomba itu.Awalnya, beberapa waktu lalu pihak SMAN 3 Bojonegoro mendapat pengumuman untuk mengikuti lomba penulsian artikel dalam rangka Dies Natalis Ke-54 Unair. Peserta dalam lomba ini ada dua kategori. Yakni, kategori siswa dan guru.&#8221;Waktunya hanya seminggu, dan saya ikut. Sedangkan siswa SMA 3 (SMAN 3 Bojonegoro, Red) tidak ada yang ikut,&#8221; terangnya. Sedangkan total peserta lomba kategori guru 75 orang.Setelah mengetahui hal itu, Susanto mencari ide-ide untuk penulisan artikelnya. &#8221;Saya dapat ide dari TV,&#8221; ungkapnya.Ide itu kemudian dikembangkan menjadi empat judul yang dia kirim untuk mengikuti lomba. &#8221;Yang meraih juara II berjudul Pendidikan Bermutu di Tengah Moralitas Instan,&#8221; tutur dia sambil menunjukkan naskahnya.Tema itu hasil dari pemikira dia atas fenomena copy-paste dan ijazah instan yang banyak di sebagian masyarakat. &#8221;Itu tidak mencerminkan moralitas yang baik,&#8221; katanya.Dalam naskah tersebut juga dijelaskan tentang pentingnya pakta kejujuran untuk calon mahasiswa, dosen, atau pegawai administrasi.<span id="more-184"></span><br />
Hakikatnya, terang Susanto, pakta kejujuran merupakan sebuah pernyataan sikap yang harus dilakukan oleh calon mahasiswa, dosen, termasuk pegawai. Sehingga, orang yang akan memanipulasi data (skripsi atau ijazah sekalipun) akan mikir.&#8221;Secara teknis penyataan pakta kejujuran bisa dilakukan saat mahasiswa baru masuk perkuliahan. Dengan cara ini paling tidak akan terbentuk pribadi yang berkualitas dan perguruan tinggi steril dari perilaku premanisme atau kejahatan intelektual,&#8221; imbuhnya.Dalam membuat naskah itu Susanto hanya bermodal semangat. &#8221;Karena saya tidak punya mesin ketik, akhirnya saya ngetik di kantor (sekolah) saat waktu kosong,&#8221; ungkapnya.Selain itu, pria yang juga dosen IKIP Bojonegoro ini mengetik naskah di rental-rental. &#8221;Saya temukan ide, saya tulis di kertas terus saya ketik,&#8221; jelasnya.Susanto yang sering menulis opini di media cetak itu berencana membukukan hasil karnyanya. Dia berharap prestasinya itu bisa memotivasi anak didik serta keluarganya. &#8221;Paling tidak bisa memotivasi anak untuk berprestasi,&#8221; harapnya. (*)<br />
Radar Bojonegoro<br />
[ Rabu, 03 Desember 2008 ]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sma3bojonegoro.com/?feed=rss2&amp;p=184</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kurikulum Berbasis Akhlakul Kharimah Sebagai Penangkal Premanisme Dan Pornoisme Di Kalangan Remaja</title>
		<link>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=204</link>
		<comments>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=204#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 01:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini Siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sma3bojonegoro.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Kita mengetahui bahwa kejadian sehari-hari yang terjadi di kalangan masyarakat  baik yang kita sadari maupun tidak dari hari ke hari telah mengikis jati diri bangsa Indonesia.Ini dapat terlihat dan bahkan mencengankan yang terjadi di masa krisis kepercayaan era masa kini yang telah banyak “merengut nyawa keindonesiaan anak-anak muda masa kini” Tidak usah ditanya lagi jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-205" title="Ganung Saat menerima penghargaan LKTI SLTA Se Indonesia 2008" src="http://www.sma3bojonegoro.com/wp-content/uploads/2009/04/ganung-hpbtm-dalam.jpg" alt="Ganung Saat menerima penghargaan LKTI SLTA Se Indonesia 2008" width="250" height="250" />Kita mengetahui bahwa kejadian sehari-hari yang terjadi di kalangan masyarakat  baik yang kita sadari maupun tidak dari hari ke hari telah mengikis jati diri bangsa Indonesia.Ini dapat terlihat dan bahkan mencengankan yang terjadi di masa krisis kepercayaan era masa kini yang telah banyak “merengut nyawa keindonesiaan anak-anak muda masa kini” Tidak usah ditanya lagi jika 50 tahun mendatang kelak kebudayaan Indonesia di tiap 33 Provinsi akan menjadi sirna termakan budaya barat yang telah sidikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit telah dicicil generasi muda masa kini.<br />
Ini juga dibuktikan jika pengguna Internet di Indonesia 70% yang doyan membuka situs porno yang ironisnya 55% di antara mereka adalah kalangan remaja, yang menjurus ke free sex  di kalangan remaja dan banyaknya anak yang mengandrungi tari-tari asing seperti break dance, dan tidak lupa pula anak-anak yang menyenangi kehidupan musik yang berlebihan dan diantara mereka ada yang bersemboyan “musik adalah hidup gue”. Kita telisik anak masa kini telah hampir punahnya tarian kita sendiri dan alat musik kita sendiri apa itu tidak pernah kita pikirkan ?<span id="more-204"></span><br />
Sekali lagi ini bukan jati diri bangsa kita, apa kita tidak pernah mengingat atau paling tidak kita tahu bahwa seratus tahu lalu tepatnya tanggal 28 Oktober 1928 pemuda-pemuda Indonesia dari sabang sampai merauke telah bersumpah akan menjaga bangsa ini, kenapa masa kini kita sedikitpun tidak pernah menjaga kelestarian kebudayaan kita ini. Ini telah terbukti jika dengan hal sepele anak anak muda yang telah  menganggap gaul hal ini dan bukan hal yang tabu lagi bagi mereka. Parahnya lagi dunia pendidikan yang sebagai penentu kemajuan bangsa ini seolah-olah juga terkena virus yang justru menambah parah pamor pendidikan di Indonesia.  Kita pastinya juga sadar jika seluruh pekerjaan di Indonesia bahkan di dunia ini berawal dari keberadaan Guru yang dapat mengubah masa depan bangsa.<br />
Guru yang maju pastinya akan menjadikan bangsanya maju. Tapi dengan adanya guru maju dan berjiwa tangguh tentunya diawali oleh kurikulum sebagai penunjuk guru. Dunia pendidikan sebagai tempat mencari Ilmu dan mencerdaskan kehidupan bangsa malah seolah-olah menjadi lembaga yang di ibaratkan sebagai penjual sedangkan anak didik mereka menjadi objek  pembeli barang barang selundupan yang bernama  “nilai” mereka sendiri. Beranjak dari sistem semacam inilah kehancuran dunia pendidikan kita semakin konkret. Kurikulum yang ibaratnya sebagai ”dasar negara” pendidikan malah amburadul yang tidak sesuai kebutuhan bangsa Indonesia yang konon Bhinekka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa ini malah mengutamakan kesuksesan belaka yang tidak tau hasilnya dari mana. Dan Sekali lagi pula ini bukan jati diri bangsa kita bukan ?<br />
Kita boleh berbangga diri jika dari tahun ke tahun standart pendidikan kita naik beberapa digit dan mata pelajaran yang diujikan bertambah tapi hal yang paling utama kita harus tanyakan pada diri kita sendiri dari manakah nilai tersebut kita peroleh ?Dengan kurikulum yang dengan penanaman Akhlakul Kharimah pada remaja masalah problem remaja akan dapat bisa teratasi yang juga harus disertai dukungan dari seluruh elemen masyarakat Indonesia .</p>
<p>( oleh:P.D.Anindita Ganung S /XII IPA 4)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sma3bojonegoro.com/?feed=rss2&amp;p=204</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>GENERASI “LASKAR PELANGI” DAN MUTU PENDIDIKAN KITA</title>
		<link>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=199</link>
		<comments>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=199#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 01:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini Guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sma3bojonegoro.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[“Generasi baru itu adalah pembaharuan dari generasi sebelumnya, generasi bangsa yang mempunyai intelegensi tinggi, berwawasan luas serta berani mengambil resiko. Namun bukan sekedar mengandalkan insting saja melainkan melalui pengamatan dan  metode observasi dari permasalahan yang sedang dihadapi. Dengan demikian, generasi unggul dengan sikap akhlakul karimah benar-benar nyata bukan kamuflase bahkan imajiner sekalipun.”
Hari ini adalah momentum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-200" title="Susanto, S.Pd. saat Acara Kongres Guru Indonesia 2008" src="http://www.sma3bojonegoro.com/wp-content/uploads/2009/04/susanto-hpbuttom-dalam.jpg" alt="Susanto, S.Pd. saat Acara Kongres Guru Indonesia 2008" width="250" height="250" />“Generasi baru itu adalah pembaharuan dari generasi sebelumnya, generasi bangsa yang mempunyai intelegensi tinggi, berwawasan luas serta berani mengambil resiko. Namun bukan sekedar mengandalkan insting saja melainkan melalui pengamatan dan  metode observasi dari permasalahan yang sedang dihadapi. Dengan demikian, generasi unggul dengan sikap akhlakul karimah benar-benar nyata bukan kamuflase bahkan imajiner sekalipun.”</p>
<p>Hari ini adalah momentum yang tepat untuk dijadikan tonggak atau momen  perubahan bagi bangsa Indonesia khususnya yang menyangkut problema mutu pendidikan kita. Mengapa? Karena di tahun ini bangsa Indonesia dituntut untuk lebih maju di bandingkan tahun-tahun yang lalu. Dengan kata lain, tahun itu bisa dijadikan pijakan untuk membangun Indonesia yang lebih progresif dalam menata permasalahan pendidikan kita.<span id="more-199"></span><br />
Indonesia harus mempunyai generasi-generasi yang tangguh, berani dan bertanggung jawab terhadap semua tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan kepada para generasi penerus bangsa oleh negara. Sehingga  pada tahun mendatang yang sering di sebut sebagai abad-21 Indonesia harus bisa melahirkan generasi-generasi baru yang aktif dan produktif hasil produk Indonesia modern yang bercirikan abad-21. Dunia pendidikan di Indonesia harus selalu aktif dan menyediakan sarana-sarana yang dibutuhkan oleh para siswa guna menciptakan generasi-generasi bangsa yang berkualitas. Salah satunya dengan memperhatikan mutu dunia pendidikan. Dengan cara itu,  Indonesia tahun harus memiliki citra dan image yang baik di mata dunia sebagaimana dimiliki oleh sekolah-sekolah berkualitas di seluruh dunia.<br />
Dunia pendidikan Indonesia kita harus mencanangkan wajib belajar dua belas tahun, yakni enam tahun pembelajaran di sekolah dasar (SD), tiga tahun pembelajaran di sekolah menengah pertama (SMP), dan tiga tahun pembelajaran di sekolah menengah ke atas (SMA). Tahap pembelajaran di sekolah dasar (SD) adalah tahap pembelajaran yang paling lama diantara tahap-tahap pembelajaran yang lainnya. Pada tahap ini seorang siswa melakukan pembelajaran yang paling dasar dari tahap-tahap pembelajaran yang lain.<br />
Setelah lulus dari tahap sekolah dasar (SD) seorang siswa menuju ke tahap berikutnya yaitu tahap pembelajaran ditingkat sekolah menengah pertama (SMP). Pada tahap ini tidak membutuhkan waktu yang relatif lama seperti di sekolah dasar (SD). Seorang siswa hanya membutuhkan waktu tiga tahun untuk menyelesaikan tehap pembelajaran di tigkar sekolah menengah pertama (SMP), sedangkan meteri yang ada di sekolah menengah pertama (SMP) sebagian besar adalah pengembangan dari materi yang ada di sekolah dasar (SD). Setelah siswa selesai ditahap membelajaran ini seorang siswa harus meneruskan tahap pembelajaran berikutnya yakni tahap pembelajaran di tingkat sekolah menengah ke atas (SMA). Pada tahap ini tidak jauh beda dengan tahap pembelajaran di tingkat sebelumnya, namun pada tahap ini seorang siswa harus menentukan penjurusan yang diinginkannya.<br />
Biasanya jika seorang siswa meneruskan pembelajaran di SMA, seorang siswa diwajibkan untuk memilih jurusan IPA, IPS atau bahkan BAHASA. Namun jika seorang siswa melanjutkan pembelajaran di SMK, atau bahkan di MAN seorang siswa diharuskan memilih jurusan yang di sediakan oleh sekolah mereka masing-masing. Jika ketiga tahap tersebut telah terpenuhi maka seorang siswa bisa juga di katakan memiliki dasar ilmu pengerahuan untuk kedepannya, agar wawasan dari seorang siswa berkembang lebih maju seorang siswa di haruskan untuk meneruskan sekolahnya ketingkat perguruan tinggi atau kuliah. Tahap ini adalah tahap akhir dari tahap-tahap pembelajaran yang talah dilaksanakan oleh siswa. Pada tingkat pembelajaran ini siswa harus bisa mengembangkan ilmu yang telah di tarimanya dan mengembangkannya semaksimal mungkin guna mendapatkan pengetahuan yang lebih mendasar dan yang paling penting jika seorang siswa telah lulus pada tingkat ini siswa akan mendapatkan gelar sesuai dengan mata pelajaran yang telah ditekuninya.<br />
PENDIDIKAN IBARAT SEBUAH KELUARGA<br />
Agar pendidikan Indonesia seperti saat ini sedang yang sedang dikembangkan paling tidak harus memiliki ciri khusus atau langkah kongkret guna mampu menghasilkan generasi bangsa yang berkualitas atau genersi unggul dan pendidikannya bermutu maka Pertama, adalah dalam setiap proses pembelajaran siswa dan guru harus seperti keluarga, pada sektor ini murid harus di perlakukan sebagai individu yang utuh.  Maksudnya seluruh anak didik harus di didik dan mereka tidak di paksa untuk berfikir terlalu keras tanpa melalui proses pembelajaran terlebih dahulu. Misalnya jika seorang guru pengajar melakukan free test secara mendadak tanpa memberi tahu siswa terlebih dahulu maka siswa akan merasa tertekan dan memaksakan otaknya untuk mengingat materi lebih banyak dari kapasitas memori di otaknya, maka seorang siswa tidak akan memperoleh hasil yang meksimal dari sebuah free test tersebut. Lain halnya jika beberapa hari sebelum pelaksanaan free test tersebut seorang guru pengajar memberitahukan kepada anak didiknya bahwa beliau akan melaksanakan free test, maka siswa akan mempersiapkan diri terlebih dahulu guna menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan di lontarkan oleh guru pengajar kepada dirinya.<br />
Kedua,  adalah proses pembelajaran laksana rumah sehat, yaitu adalah proses pembelajaran dalam membedakan manajemen dan pengambilan keputusan-keputusan secara profesional dengan melalui percobaan-percobaan yang telah terbukti kebenarannya. Karena dalam proses pembelajaran ini harus lebih dahulu melaksanakan diagnosa perspektif, proses pembelajaran ini adalah proses pendekatan yang bersifat klinik.<br />
Ketiga adalah proses pembelajaran laksana pertempuran atau zona perang. Sebuah gambaran tentang proses pembelajaran yang harus selalu aktif dan agresif namun masih dalam situasi yang damai. Pada sektor ini seorang siswa harus bersaing secara ketat dan selektif namun masih dalam status damai guna memperoleh nilai yang terbaik di bandingkan teman-teman sebayanya. Seorang siswa harus belajar lebih giat lagi guna mempu bersaing dengan teman-teman yang mempunyai kemampuan yang lebih tinggi di atasnya.<br />
Kempat adalah proses pembelajaran laksana managemen perusahaan. Proses pembelajaran ini menekankan pada sektor praktik lapangan. Pembelajaran laksana managemen perusahaan di kembangkan karena sifatnya yang mencetak generasi bangsa yang bertehnik jaringan pemasaran (assembly) dan kualitasnya terkontrol atau (quality control).<br />
Kelima adalah proses pembelajaran sebagai organisasi kerja ilmiah pengetahuan. Di sekolah siswa harus bekerja secara teliti, sama halnya pada sektor pembelajaran rumah sehat, seorang siswa harus melakuna percobaan-percobaan yang telah terbukti kebenarannya. Ini di kuatkan dengan berbagai pekerjaan tugas dari sekolah berupa pekerjaan rumah atau (PR), pekerjaan kelas dan pekerjaan lainnya. Peserta didik ke depan akan menjadi pekerja ilmu pengerahuan yang mampu memecahkan masalah dengan melalui proses percobaan.<br />
GENERASI “PLUS” DAN BERAKHLAKUL KARIMAH<br />
Bangsa Indonesia harus melakukan perubahan-perunahan pada sektor pendidikan agar bangsa Indonesia mampu melahirkan generasi-generasi baru yang berkualitas. Generasi penerus bangsa harus mempu menjadi generasi penerus bangsa yang mempunyai intelegensi tinggi dan mampu memanfaatkan semua potensi alam yang ada di bumi tanah air Indonesia, mampu menanfaatkan teknologi yang ada dan mampu mencitpakan inovasi-inovasi yang dapat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia.<br />
Untuk itu harus memiliki beberapa orientasi.  Pertama, generasi baru itu adalah pembaharuan dari generasi sebelumnya, generasi bangsa yang mempunyai intelegensi tinggi, berwawasan luas serta berani mengambil resiko namun bukan sekedar mengandalkan insting saja melainkan melalui pengamatan serta metode observasi dari permasalahan yang sedang dihadapi. Generasi baru itu harus memiliki inovasi yang terbuka terhadap prespektif yang luas dan kemungkinan-kemungkinan yang esensial dalam menentukan gaya hidupnya.<br />
Kedua, generasi baru itu adalah perancang (instruktur) yang berkeupayaan tampil seperti asisten orang lain untuk menambah wawasan setra belajar dari pengalaman yang telah di alami oleh orang yang diikutinya, menciptakan banyak inovasi-inovasi baru yang mempu membantu pekerjaan orang lain, generasi baru itu harus bisa menjadi instruktur pelatih dan pengawas terhadap proyek yang sedang di kembangkan.<br />
Ketiga, generasi baru itu adalah sebagai penemu serta mampu mengembangkan inovasi-inovasi yang telah ada, atau bisa juga diartikan sebagai pemikir sistem-sistem yang berkeupayaan menggabungkan antara kajian, mitos dan data-data yang telah ada sebelumnya.<br />
Keempat generasi baru tersebut harus memiliki visi dan misi yang mampu memajukan bangsanya di mata dunia melalui inovasi-inovasi baru yang di temukannya. Serta mampu membantu melaksanakan visi bangsa dan negaranya serta mampu memberi inspirasi bagi setiap lapisan masyarakat. Karena masyarakaat adalah sebagai pelaku pembangunan agar bangsa Indonesia menjadi maju dan berkembang di mata dunia.<br />
Kelima generasi baru itu adalah agen perubahan yang berkemampuan mengembangkan pemahaman dan memiliki kompeten tinggi dalam menciptakan dan mengolah perubahan bagi kehidupan bangsa agar dapat memajukan kesejahteraan bangsa.<br />
Keenam generasi baru itu adalah polychromic coordinator yang berkeupayaan untuk dapat mengkoordinasikan banyak hal dalam wanktu yang sama yang harus dapat bekerja bersama dengan orang lain.<br />
Ketujuh generasi baru itu berkemampuan dan berkeupayaan untuk meningkatkan pelayanan kepada orang lain. Servant and steward yang selalu melakukan pendekatan holistik untuk bekerja, memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan berkemampuan membuat keputusan bersama.<br />
Itulah ke tujuh orientasi agar  generasi bangsa yang harus dipenuhi agar bangsa Indonesia memiliki generasi unggul sehingga menjadi maju dan berkembang di mata dunia. Dengan kata lain, agar generasi bangsa Indonesia menjadi maju dan berkembang serta unggul harus mampu melahirkan inovasi-inovasi baru guna mensejahterakan hajat hidup orang banyak, memiliki kemampuan memanfaatkan sumber daya alam yang ada secara maksimal, dan mampu menggunakan tehnologi yang sudah ada serta memiliki akhlakul karimah yang tinggi. (***)</p>
<p>Oleh: Susanto, S.Pd *)<br />
Guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 3 Bojonegoro</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sma3bojonegoro.com/?feed=rss2&amp;p=199</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>OUT BOUND “PETAPE” PRAMUKA 2008</title>
		<link>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=192</link>
		<comments>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=192#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 03:17:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agenda Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sma3bojonegoro.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[


Apel pembukaan out Bound PETAPE yang dimulai pukul 06.30 WIB ini berlangsung lancar dan dilaksanakan pada hari Minggu, 21 Desember 2008, tepatnya di lapangan SMA Negeri 3 Bojonegoro., yang dibuka oleh  Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Bojonegoro Drs. H. Teguh Supriyadi, MM. Meski hujan turun pada pertengahan apel, tetapi para siswa tetap bersemangat dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Book Antiqua&quot;,&quot;serif&quot;;"><img class="alignleft size-full wp-image-193" title="Bapak Kepala Sekolah memberikan Amanat saat upacara Pembuka Kegiatan OutBound PETAPE Tahun 2009" src="http://www.sma3bojonegoro.com/wp-content/uploads/2009/04/pramuka-pak-teguh-dalam.jpg" alt="Bapak Kepala Sekolah memberikan Amanat saat upacara Pembuka Kegiatan OutBound PETAPE Tahun 2009" width="150" height="300" />Apel pembukaan out Bound PETAPE yang dimulai pukul 06.30 WIB ini berlangsung lancar dan dilaksanakan pada hari Minggu, 21 Desember 2008, tepatnya di lapangan SMA Negeri 3 Bojonegoro., yang dibuka oleh  Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Bojonegoro Drs. H. Teguh Supriyadi, MM. Meski hujan turun pada pertengahan apel, tetapi para siswa tetap bersemangat dan antusias tinggi demi lancarnya kegiatan ini. “Tak lupa saya mengucapkan terima kasih atas kekompakan para dewan ambalan dalam mengatur kegiatan dan lebih serunya lagi di akhir apel ada devile (peragaan) para dewan ambalan. Yang putri memperagakan shemaphore, dan yang putra sebagai pemadam kebaran, hal inilah yang membuat para siswa semakin bersemangat dalam mengikuti kegiatan,” ujar Pembina Pramuka Bapak Arif N dimintai komentar seputar kegiatan yang penuh tantangan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-family: &quot;Book Antiqua&quot;,&quot;serif&quot;;">Pukul 07.35 WIB penjelajahan dilaksanakan, meski cuaca panas siswa tidak patah semangat, setelah itu para siswa antri untuk menerima kartu tanda peserta out bound PETAPE. Banyak kegiatan yang dilakukan diantaranya jaring laba-laba, bola bergulir, dll dan rute yang dilewati adalah jl. Monginsidi (dari SMA Negeri 3 Bojonegoro) belok kanan, Jl. Gajah Mada Gg. Depo, Jl. Panglima Polim, sesampai di Islamic Centre kami semua makan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Book Antiqua&quot;,&quot;serif&quot;;">Tepatnya pukul 11.00 WIB, setelah itu perjalanan dilanjutkan ke kolonel Sugiono, SMAN 2 Bojonegoro belok kiri, kemudian belok kiri lagi melewati Pacul, akhirnya sampai di lapangan Pacul, dan disitulah kegiatan terakhir dilakukan. Kegiatan yang diakhiri pukul 15.30. “Ini membuat siswa mempunyai pengalaman yang sangat menyenangkan dan melatih siswa agar menjadi pribadi yang aktif dan kreatif, “ ujar salah satu peserta yang bernama luluk.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sma3bojonegoro.com/?feed=rss2&amp;p=192</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mualaf yang Selalu Merindukan Kesuksesan</title>
		<link>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=185</link>
		<comments>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=185#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 02:53:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Profil Siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sma3bojonegoro.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Nama Lengkap     : Petrus Damianus Stanislaus Anindita Ganung Sadewa
Nama Baru             : Habibie Mustofa
Nama Panggilan   : Ganung
Tempat dan tanggal Lahir : Bojonegoro, 21 Pebruari 1991
Nama Orang Tua
1. Ayah        : Heru Emanuel
2. Ibu         : Donik Susilowati
Nama Saudara
1. Reyno Damara
2. Monica Dinda
Alamat Rumah     : Jl. Dr Wahidin Gg Srinayan Lr 5 No 12 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-186" src="http://www.sma3bojonegoro.com/wp-content/uploads/2009/04/ganung-dalam.jpg" alt="" width="150" height="300" />Nama Lengkap     : Petrus Damianus Stanislaus Anindita Ganung Sadewa</p>
<p>Nama Baru             : Habibie Mustofa</p>
<p>Nama Panggilan   : Ganung</p>
<p>Tempat dan tanggal Lahir : Bojonegoro, 21 Pebruari 1991</p>
<p>Nama Orang Tua<br />
1. Ayah        : Heru Emanuel<br />
2. Ibu         : Donik Susilowati</p>
<p>Nama Saudara<br />
1. Reyno Damara<br />
2. Monica Dinda</p>
<p>Alamat Rumah     : Jl. Dr Wahidin Gg Srinayan Lr 5 No 12 Bojonegoro</p>
<p>Riwayat Pendidikan :<br />
- TK         : TK Katholik Santo Paulus Bojonegoro<br />
- SD        : SD Katholik Santo Paulus Bojonegoro<br />
- SMP         : SMP Negeri 2 Bojonegoro<br />
- SMA         : SMA Negeri 3 Bojonegoro (XII IPA 4)</p>
<p>E-mail     : freezy_virus@yahoo.co.id / the-magnum@telkom.net</p>
<p>Blog     : www.habibieganungsadewa.blogspot.com</p>
<p>Friendster    :  brave_habibi@yahoo.com</p>
<p>Site      :  www.gigantcyclone.multiply.com</p>
<p>Cita-cita     :  Anggota DPR dan Dosen tentunya berguna bagi orang lain</p>
<p>Motto hidup     :<br />
1. Believe and Proud in Ourselves is the most Important (Percaya dan bangga pada diri sendiri adalah yang paling penting)</p>
<p>Hobby     :<br />
Membaca buku, Browsing Internet, Bermain saat  Jenuh,<br />
Tokoh Favorit     :<br />
1. Nabi Muhammad SAW<br />
2. Ayah dan Ibu<br />
3. Pak Santo, Pak Hengki dan Bu Sugiharti serta Bu Devi<br />
4. Gianluigi Buffon (keeper Juventus/Italia)</p>
<p>Pengalaman Organisasi            :<br />
1. Ketua I OSIS SMA Negeri 3 Bojonegoro     (2007/2008)<br />
2. Anggota ROHIS (Kerohanian Islam) SMA Negeri 3       Bojonegoro (2007/2008)</p>
<p>Karya yang pernah dibuat    :<br />
1. Karya Tulis Ilmiah ”Relevansi Sertifikasi Guru  Terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia di kabupaten Bojonegoro sebagai upaya Strategi Penyetaraan Sumber Daya Manusia Indonesia”<br />
2. Karya Tulis Ilmiah ”Relevansi Mega Proyek Kurikulum Antikorupsi Bagi Siswa SMA sebagai Sebuah Solusi Pembelajaran Komperehensif Dan Berkesinambungan Untuk Menciptakan Generasi Unggul di Kabupaten Bojonegoro”<span id="more-185"></span></p>
<p>Penghargaan yang pernah  diraih :<br />
1. Finalis siswa SMA teladan Kabupaten Bojonegoro      (2007)<br />
2. Juara 1 Olimpiade GeoScience (kebumian) Kabupaten Bojonegoro (2008)<br />
3.  Juara 3 siswa SMA berprestasi kabupaten Bojonegoro (2008)<br />
4.  Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja Nasional  (2008)<br />
5.  Juara 3 Debate Contest Kabupaten Bojonegoro dalam rangka HUT RI (2008)<br />
6. Pemakalah dalam rangka seminar ilmiah remaja intelek se karesidenan Bojonegoro. (2008)</p>
<p>Bagaimana pendapatmu tentang kesuksesan?<br />
Dalam melaksanakan belajar sehar-hari kadang kala kita merasakan hal yang boring, malas, dan ogah-ogahan untuk belajar, padahal belajar adalah kewajiban dan kebutuhan kita sebagai siswa dan anaka yang terpelajar. Kalau kita mau merenungkan, kalau kita mau menilisk lebih lanjut tugas kita hanya belajar! Tidakada yang lain, bukan kerja mencari uang dan tidak pula untuk berpacaran. Bekerja memang boleh itu semata-mata untuk membantu ekonomi keluarga bagi yang kurang mampu dan berpacaran itu juga boleh semata-mata hanya menambah semangat belajar dan bukan hanya untuk menambah masalah percintaan kita dengan si dia, justru dengan pacaran kita menjadi semangat untuk belajar mungkin belajar bareng dengan si dia, namun kebanyakan remaja saat ini malah banyak terkena dari efek buruk pacaran, yaitu nilai mata pelajaran yang semakin menurun, tapi jangan sepenuhnya menyalahkan kita tertarik dengan lawan jenis kita tapi kita, karena kita juga harus bisa bersyukur kepada Allah karena diberi rasa tertarik dengan lawan jenis, tapi sejatinya pekerjaan kita yang paling pokok hanya belajar dengan tujuan untuk meraih masa depan yang gemilang.Ini adalah kiat-kiat belajar dari Ganung, Ganung sendiri juga dalam tahap belajar untuk dapat melaksanakan belajar yang ideal dengan hasil maksimal.</p>
<p>Bagaimana kiat-kiat Belajar sukses?<br />
1. SELALU ME-REVIEW<br />
Setiap selesai belajar (les, di sekolah, rumah, dll.), lakukan review dari materi yang kamudapat. Bikin kesimpulan atau ringkasan yang memudahkan kamu untuk bisa terus mengingat materi tersebut.<br />
2. BIKIN RINGKASAN MENARIK<br />
Supaya gampang diingat, bikin ringkasan materi dengan gaya kamu sendiri. Untuk mengerti sebuah rumus, gunakan logika agar bisa cepat menghafalnya.<br />
Atau, untuk menghafal grammar bahasa Inggris, gunakan singkatan atau kalimat-kalimat yang lucu. Coba deh, logika aeperti itu bakal bisa bikin kamu cepat hafal materi pelajaran.<br />
3. GUNAKAN MEDIA UNIK<br />
Supaya cepat bisa masuk ke otak, tulis hasil ringkasan dan singkatan yang kamu buat tadi di kertas berwarna. Atau mungkin media lain yang unik. Misalnyaa di kertas kecil sperti yang biasa dibawa presenter di acara TV. Kan keren tuh.<br />
4.DENGAR MUSIK KLASIK<br />
Buat kamu yang biasa dengerin musik saat belajar, coba putar musik klasik selagi kamu merapal catatan dan rumusan. Kalo bayi dalam perut aja bisa anteng dan cerdas saat dengerin musik klasik, logikanya kamu juga bisa lebih mudah belajar dan menghafal materi pelajaran.<br />
5. BELAJAR BARENG<br />
Buat yang gampang ngantuk, coba belajar kelompok! Selain suasananya jadi lebih meriah, kamu bisa bertanya langsung denagan teman kalo nggak nerti tentang materi yang dibahas.<br />
Tapi ingat, saat belajar kelompok, motivasi belajar harus tinggi! Jangan mudah tergoda untuk membicarakan topik sreu diluar pelajaran. Bisa sia-sialah waktu belajar kamu.<br />
6. JANGAN PAKSAKAN DIRI<br />
Tekanan dari kanan kiri untuk bisa lulus ujian emang berat. Tapi ingat, jangan sampai memaksakan diri untuk terus belajar! Setelah 2-3 jam mengerjakan soal, istirahatkan dulu otak sejenak! Tarik nafas, lakukan hal yang bikin rileks dan menyenangkan.Kamu bisa SMS-an ma teman, atau ngemil kripik sambil meluruskan badan yang pegal karena capek. Dengan istirahat sejenak, pikiran jadi lebih segar dan otakmu nggak overload.<br />
7. BERDOA<br />
Bangunlah di waktu malam, saat suasana hening dan sunyi! Ambil air wudhu dan dirikanlah salat malam (qiyamul lail) dengan khusyu’. Setelah itu berdoalah kepada Yang Mahakuasa untuk dimudahkan dalam belajar dan menempuh ujian. Masih di sunyinya malam, cobalah membuka buku kambali untuk belajar! Insya Allah dalam pikiran yang tenang dan  fresh, serta suasana hening, belajar akan dimudahkan olehNya.<br />
8. RESTU ORANG TUA<br />
Ini juga tidak kalah penting lho, dan jangan sampai kelewat! Mohon orang tuamu untuk mendoakanmu dan mendorong semangatmu. Dan juga mohon doa dari orang-orang yang kamu cintai. Entah itu saudara, pacar, sahabat, teman, atau yang lainnya.<br />
Yakinlah bahwa semua masalah ada jalan keluarnya, janganlah menyerah! Berusaha tanpa doa adalah hampa. Sedang, berdoa tanpa usaha adalah hampa pula. Semoga kiat-kiat diatas bermanfaat bagi kita semua. Sukses ya!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sma3bojonegoro.com/?feed=rss2&amp;p=185</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pesantren Kilat Kegiatan Positif Di Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=173</link>
		<comments>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=173#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 05:30:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agenda Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sma3bojonegoro.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Mentari telah bersinar terang di atas Nirwana dan sinarnya masih. Terang menyelimuti halaman SMAN 3 Bojonegoro. Pagi itu suasana di halaman SMAN 3 Bojonegoro sangat ramai seperti kegiatan proses mengajar seperti biasanya.
Namun di hari itu berbeda dengan hari lain. Mengapa &#8230;.? karena di pagi itu yang memadati lingkungan. Halaman SMA Negeri 3 Bojonegoro hanya siswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-174" src="http://www.sma3bojonegoro.com/wp-content/uploads/2009/04/pondok-dlm.jpg" alt="" width="150" height="300" />Mentari telah bersinar terang di atas Nirwana dan sinarnya masih. Terang menyelimuti halaman SMAN 3 Bojonegoro. Pagi itu suasana di halaman SMAN 3 Bojonegoro sangat ramai seperti kegiatan proses mengajar seperti biasanya.<br />
Namun di hari itu berbeda dengan hari lain. Mengapa &#8230;.? karena di pagi itu yang memadati lingkungan. Halaman SMA Negeri 3 Bojonegoro hanya siswa laki-laki saja.<br />
Pagi itu juga team majalah refleksi mencoba mengintip kegiatan selama tiga hari di SMA N 3 Bojonegoro di bulan Ramadan.<br />
Para siswa cowok nampak rapi dan ganteng-ganteng dengan busana muslimnya atau untuk cowok disebut “Baju Koko“ dan menggunakan pea, ternyata di pagi itu di SMAN 3 Bojonegoro sedang ada pesantren kilat alias pondok ramadhan.<br />
Dan selama tiga hari, penuh mereka dibimbing agama agar menjadi anak-anak yang sholeh. Memang sih kelihatannya melelahkan tapi mereka masih bersemangat walaupun hari itu udaranya sedikit tidak bersahabat.<br />
Hari pertama dan kedua mereka dibimbing yang sama yaitu membaca Al-Qur’an, hafalan surat-surat pendek  yang dibimbing oleh anak-anak Rohis, materi dari Bapakdan ibu guru, sholat.<br />
Namun di hari yang ketiga mereka mendapat materi tambahan dan tak lupa outbound, tujuannya mereka tidak bosan. Jadi di hari yang ketiga santri harus pulang pada sore hari.<span id="more-173"></span><br />
Materi tambahan di hari yang ketiga adalah”Cara mengkafani orang meninggal”.<br />
Dihari yang terakhir banyak kejadian lucu yang terjadi karena mereka sangat sibuk. Akhirnya tim refleksi berhasil mewawancarai salah seorang siswa. Siswa tersebut berpendapat kegiatan tersebut sangat baik dan menyenangkan, namun di kegiatan tersebut tidak ada waktu istirahat.<br />
Setelah tiga hari siswa santri dibimbing agama esok harinya siswi putri yang mendapatkan giliran. Pagi itu siswi-siswi putri nampak rapi dan cantik-cantik dengan busana muslim dan berjilbab. Mereka pun juga mendapatkan materi yang sama. Seperti siswa putra.<br />
Namun siswi putri lebih antusias daripada siswa pria. Hal ini dikarenakan siswi putri menjalaninya dengan santai dan bersemangat. Salah seorang siswi putri juga berpendapat kegiatan ini memiliki nilai positif dan menyenangkan. Namun juga melelahkan. Pendapat menurut salah seorang guru yaitu Bapak Drs. Solikin mengatakan “Kegiatan ini alhamdulillah lancar dan tertib. Namun saya melihat jika siswi putri lebih bersemangat dibanding siswa putra. Dan mungkin pada pesantren kilat selanjutnya akan ditambahkan beberapa materi baru seperti tayamum sholat gerhana dan lain-lain.<br />
Acara kegiatan tersebut berjalan lancar dan tertib meskipun perlu membutuhkan Bapak dan ibu guru untuk mengaturnya.<br />
Demikianlah serangkaian kegiatan di bulan Ramadhan yang digelar di SMA N 3 Bojonegoro. semoga acara ini dapat bermanfaat dan dapat membentuk siswa dan siswi menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah yang memiliki akhlak yang baik dan betaqwa. Amin …..!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sma3bojonegoro.com/?feed=rss2&amp;p=173</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>“Semangat Idul Qurban Momentum Untuk Berbagi Pada Sesama”</title>
		<link>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=168</link>
		<comments>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=168#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 05:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agenda Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sma3bojonegoro.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[“Umat islam harus bisa  bangkit dari keterpurukan. Dengan momen idul qurban kali ini paling tidak umat islam bisa menjadikan peristiwa Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim sebagi spririt untuk menambah rasa ketaqwaan pada yang maka kuasa. Terpenting juga bagaimana dengan idul qurban ini masyarakat yang kaya bisa meringankan sesama yang tidak mampu dengan memberikan daging qurban,” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-169" title="Drs. H. Munir, M.Hum. Saat Kotbah Sholat Idul Adha 1430 H" src="http://www.sma3bojonegoro.com/wp-content/uploads/2009/04/idul-adha.jpg" alt="Drs. H. Munir, M.Hum. Saat Kotbah Sholat Idul Adha 1430 H" width="150" height="300" />“Umat islam harus bisa  bangkit dari keterpurukan. Dengan momen idul qurban kali ini paling tidak umat islam bisa menjadikan peristiwa Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim sebagi spririt untuk menambah rasa ketaqwaan pada yang maka kuasa. Terpenting juga bagaimana dengan idul qurban ini masyarakat yang kaya bisa meringankan sesama yang tidak mampu dengan memberikan daging qurban,” demikian salah satu penegasan Drs. H. Munir, M.Hum dalam kotbah sholat idul adha 1429 H  yang diselenggarakan OSIS dan keluarga besar SMA Negeri 3 Bojonegoro di halaman sekolah Senin, 8 Desember 2008 lalu.<br />
Dalam khotbahnya, dia juga menghapkan umat islam khususnya keluarga besar SMA Negeri 3 Bojonegoro untuk meningkatkan keimanan dan ketagwaan kepada yang maha kuasa. “Figur Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim adalah suri tauladan yang mesti harus kita teladani akan sikap taatnya kepada Allah SWT. Jadi sudah saat ini para pelajar untuk selalu disiplin dan beramal,” tambahnya.<br />
Sementara itu Kepala sekolah SMA Negeri 3 Bojonegoro Drs. H. Teguh Supriyadi, MM dalam sambutannya sebelum dilaksanakannya sholat idul adha mengatakan bahwa dengan idul adha kita kuatkan semangat untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan. “Saya salut kepada kalian tanpa dipaksa kalian semua rela berkurban dan  sekaligus meneladani apa yang dialami oleh nabi Ismail. Semoga amal kalian dapat menjadi spirit untuk peduli pada sesama,” tegasnya pada seluruh siswa dan para jamaah.<span id="more-168"></span><br />
Dalam Kesempatan ini, SMAN 3 Bojonegoro menyembelih seekor sapi dengan harga 9 juta dan 4  ekor kambing. Dari 4 ekor kambing tersebut, 3 diantaranya dari orang tua siswa yang berkurban dan OSIS SMAGA untuk mengelolanya dan untuk serahkan kepada orang membutuhkan.<br />
Sementara itu, Drs. Moch. Sidiq P guru agama Islam, dimintai tanggapannya seputar kegiatan ini secara tegas ia mengatakan bahwa kegiatan ini sangat positif bagi perilaku siswa untuk melatih berkurban dan menyantuni orang yang membutuhkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sma3bojonegoro.com/?feed=rss2&amp;p=168</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan dari Seleksi Pengurus OSIS – MPK, Diklat Kepemimpinan, dan Serah Terima Jabatan</title>
		<link>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=163</link>
		<comments>http://www.sma3bojonegoro.com/?p=163#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 04:43:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sma3bojonegoro.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[SMAGA. Awal Agustus 2008 lalu diadakan seleksi pengurus OSIS. Seleksi diadakan 2 tahap yakni tahap tes tulis dan wawancara. Dari 70 lembar formulir yang masuk, 60 yang mengikuti tes diambil 48 siswa. Dicanangkan 4 siswa calon Ketua Umum OSIS yaitu Agung Prasetyo (XI IPA 3), R. Hasya Arianda (XI IPA 3), Melinda Sischa F. (XI [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-164" title="Prosesi Serah terima Jabatan Ketua OSIS SMA Negeri 3 Bojonegoro" src="http://www.sma3bojonegoro.com/wp-content/uploads/2009/04/osis-dalam1.jpg" alt="Prosesi Serah terima Jabatan Ketua OSIS SMA Negeri 3 Bojonegoro" width="350" height="250" />SMAGA</strong>. Awal Agustus 2008 lalu diadakan seleksi pengurus OSIS. Seleksi diadakan 2 tahap yakni tahap tes tulis dan wawancara. Dari 70 lembar formulir yang masuk, 60 yang mengikuti tes diambil 48 siswa. Dicanangkan 4 siswa calon Ketua Umum OSIS yaitu Agung Prasetyo (XI IPA 3), R. Hasya Arianda (XI IPA 3), Melinda Sischa F. (XI IPA 3) dan Yanuardi K. (X – 1 ). Dalam pemilihan Agung Prasetyo memperoleh poin tertinggi, disusul Melinda Sischa, Yanuardi K. dan R. Hasya Arianda. Setelah pemilihan berakhir seluruh peserta yang lolos seleksi mengikuti Diklat kepemimpinan.<br />
Diklat kepemimpinan adalah sebuah kegiatan dimana seorang calon pengurus melatih diri sebelum mereka menjalankan sebuah roda organisasi. Tanggal 23 Agustus 2008 kemarin diadakan sebuah pelatihan kepemimpinan di sekolah. Pesertanya adalah pengurus OSIS dan pengurus MPK yang baru. Memang kali ini agak berbeda suasananya dari tahun sebelumnya karena ada sebuah organisasi baru di atas OSIS yakni MPK (Majelis Perwakilan Kelas) yang anggotanya terdiri dari perwakilan seluruh kelas X dan XI. Sebenarnya MPK sudah ada sejak 2 tahun yang lalu, tapi karena tidak aktif dalam menjalan tugas akhirnya dibubarkan.<span id="more-163"></span></p>
<p>Dengan formasi Ketua MPK Ganda Eko Pramadi (XI IPA 3), Sekretaris MPK Laura Cross Meytha (XI IPA 1), dan kedelapan sekbid lainnya diharapkan tahun ini mulai berjalan kembali agar kelak dapat menggantikan tugas ketua kelas ketika berhalangan dan membantu pengurus OSIS menjalankan Program Kerja.<br />
Pada Sabtu sore itu tampak beberapa siswa – siswi  SMAGAbo yang lolos seleksi OSIS –MPK datang ke sekolah. Mereka menuju ke Aula untuk melaksanakan acara pembukaan Diklat Kepemimpinan. Acara di buka oleh Bapak Teguh Supriyadi selaku Kasek didampingi Bapak Wasis Gunarto dan Bapak Farid Ariady selaku Pembina OSIS. Dalam sambutanya itu Pak Teguh Supriyadi menuturkan bahwa pengurus OSIS – MPK harus saling bersinergi dalam menjalankan program kerja. “Kalian adalah anak – anak terpilih dan kalian adalah tauladan bagi teman – teman kalian di sekolah”,kata Pak Teguh sambil menyuruh peserta Diklat bertepuk tangan. Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan sedikit outbond dari PT. Indosat. Nampak peserta Diklat sangat senang dan bersemangat dalam kegiatan outbond itu.<br />
Waktu sudah menunjukan pukul 17.30 saatnya sholat maghrib dan istirahat makan malam. Semua peserta Diklat makan malam bersama di Aula sekolah. Setelah itu mereka berbenah untuk menerima materi pertama dari Pak Teguh Supriyadi. Oleh Pak Teguh, peserta Diklat diperlihatkan sebuah video visual tentang SMAGAbo pada masa depan nantinya. Berlanjut pada materi yang kedua oleh Pak Susanto. Dengan materi Pak susanto peserta Diklat diajarkan bagaimana menulis Surat yang benar. Suasana semakin dingin, beberapa peserta sudah terliha lelah, tapi materi yang di bawakan kakak pengurus OSIS kelas XII adalah intinya. Di dalam materi itu di jelaskan apa itu pemimpin, teknik membuat proposal, dan materi tentang OSIS. Setelah semua materi pada malam itu selesai di paparkan, semua peserta diklat menuju ke kelas untuk tidur.</p>
<p>Pada saat tengah malam, tepatnya pukul 01.00 WIB semua peserta dibangunkan untuk melakukan sebuah ritual mengelilingi area api unggun agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diingikan. Setelah itu peserta dibariskan, dan beberapa panitia Diklat tiba – tiba bertengkar. Sampai – sampai salah satu dari mereka ada yang menangis gara – gara ulah beberapa panitia yang laki laki pulang. Apalagi dikabarkan bahwa ada salah satu panitia yang kecelakaan. Hal ini membuat peserta Diklat kebingungan dan takut. Pada saat itu juga semua peserta dikumpulkan di depan tempat parkir guru untuk mengadakan acara api unggun. Di acara itu di adakan sumpah dan janji OSIS – MPK di pandu oleh Kak Sain. Hal itu berguna untuk keperluan agar besok pada saat pelantikan, pengucapannya lebih mantap. Kak Sain juga memberitahukan bahwa kejadian diawal tadi hanya sandiwara untuk ketahanan mental. Di acara api unggun itu, beberapa panitia bersendau ria, bercanda dengan lawakan – lawakan segar. Sampai terlihat semua peserta sudah mulai mengantuk dan setelah api unggun mulai padam semua peserta kembali ke kelas untuk tidur.<br />
Pagi – pagi sekali peserta dibangunkan untuk melakukan kegiatan senam pagi. Setelah itu mereka makan pagi dan peserta juga diberikan materi oleh bapak/ibu guru pagi harinya. Mereka adalah Bapak Drs. Anas Fatoni dengan materinya Tata Upacara, Bapak Drs. Nur Chozin membawakan materi tentang Tata Krama Berorganisasi, Ibu Dra. Ida Nuraini memberikan materi keuangan Organisasi, dan yang terakhir oleh Bapak Wasis Gunarto, S.Pd membawakan materi Disiplin Organisasi. Setelah semua materi dilalui saat makan siang berlanjut pada Upacara penutupan yang ditutup olah Pak Wasis. Diklat Kepamimpinan berakhir pada pukul 12.00 WIB. Semua panitia memberikan selamat kepada peserta Diklat dan akhirnya semuanya pulang.<br />
Senin 25 Agustus 2008, adalah upacara pelantikan OSIS –MPK. Terlihat semua siswa – siswi SMAGAbo antusias sekali. Ada sedikit troble pada upacara pelantikan kali ini. Yang membaca sumpah bukan Kepala Sekolah tapi Ketua OSIS yang baru. Untungnya Agung, Ketua yang baru langsung sigap melaksanakan apa yang di perintahkan Bapak Kepala Sekolah. Dengan lantang Agung membaca Supah Janji OSIS – MPK yang di tirukan oleh semua pengurus OSIS – MPK. Setelah semuanya selesai, semua penurus OSIS –MPK foto bersama di depan taman kolam ikan. Selamat menikmati pahit manisnya berorganisasi yooo….!!!!</p>
<p>Team Redaksi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sma3bojonegoro.com/?feed=rss2&amp;p=163</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
